Saturday, March 12, 2022

just be a good person


Bahwa lingkaran pertemanan semakin kita bertambah umur akan semakin menyempit, sepertinya sudah jadi hal yg di aminin banyak orang. Apalagi saya, yang dari dulu pun tak pernah punya banyak teman. Pada akhirnya, berkumpul bersama teman teman baik menjadi sesuatu yg lebih penting dari hal lain.. seperti berkumpul dengan keluarga inti. Kadang keluarga diluar keluarga inti bahkan tidak lebih membuat nyaman di banding dengan teman teman baik.

Sering kita dengar, pada akhirnya teman dan kolega tetap saja adalah orang lain, yang tidak akan terus bersamamu seperti keluargamu. Ya tapi tidak dengan teman baik, aku percaya teman teman baik yang mungkin bisa kita bilang adalah sahabat, sudah selayaknya/seharusnya selalu ada seperti halnya keluarga inti. Paling tidak itu yang ingin kulakukan untuk teman teman baikku..

Salah satu yang kusadari ada dalam diri aku adalah, memberi menjadi sesuatu momen bahagia buat aku. Dulu sekali, ada saat dimana memberi adalah sesuatu yang kulakukan untuk mendapat balasan.  Tetapi ketika harapan harapan yang tidak perlu itu, justru seringkali membuat kita tidak bahagia. Jadi belajar untuk ikhlas atas semua perbuatan baik kita, adalah hal yang luar biasa. Sudah, berbuat baik saja, teruslah saja memberi semampunya tanpa berharap apapun, karena saat kita memberi, saat kita berbuat baik.. saat tu juga kita sudah MENDAPATKAN. Apa yang didapat? perasaan puas, bahagia, merasa berarti meski hanya kita yang tau. Itu sudah cukup.. Sudah titik tidak perlu dilanjutkan dengan harapan mendapat yang lain, bahkan pahala..

Banteran, 12 Maret 2022

Friday, February 18, 2022

melangkah lagi

lammmaanya gak nulis, sepertinya gudang penyimpanan kata kata tertutup rapat karatan. Susahnya dibuka... 😅
30 menit dan masih bingung, padahal udah punya catatan tema tema yang mau ditulisin.. duuhhh maakkk


Saturday, May 14, 2016

pada sebuah pilihan...

pada sebuah pilihan...

pilihan selalu terbentuk dari sebuah harapan, dan dilandasi keyakinan...

ini tentang pilihan pasangan hidup, ini ceritaku..
entah apa yang membuat pikiran ini mengelana ke masa itu, masa masa pencarian... ;)
setiap kali aku menyukai seorang pria, ada 3 kesamaan, pintar bahasa inggris, aktivis pada satu/dua organisasi, dan berkepribadian "kuat" atau "tegas"? (gitu gitu dech...)

Why..???

Karena pada merekalah dengan kriteria tersebut, menurut perhitunganku (yang baru kusadari saat ini) harapan harapan atau bisa dibilang impianku impianku akan terjembatani.  Seperti lagunya Maudy Ayundya...

...hidupkan lagi mimpi mimpi, cita cita... cinta cinta...
yang lama ku pendam sendiri...
berdua, kubisa percaya...

Dari duluuuu sekalii, aku selalu ingin keluar dari kotak ini.  Pergi berkelana melihat dunia, wajah wajah baru, udara baru...cakrawala yang baru...
Tapi dengan kesadaran penuh, akan keterbatasanku,  kekurang PDanku... maka aku mencari tangan yang akan menggandengku menuju impian impian tersebut...

Pada akhirnya, aku menemukan keyakinan pada pria ini...padanya aku berharap.
harapan akan mimpi mimpi yang belum tergapai... berkeyakinan bahwa pria ini punya kemampuan untuk membawaku berjalan keluar dari kotak ini...melihat dunia luar yang belum pernah kukenal..

Tetapi..
pernikahan, kehadiran anak anak, kesibukan mengurus keluarga kecil dan keluarga besar.... seperti menenggelamkan semua mimpi itu...
Sampai pada titik dimana benturan bertubi, menghempaskan aku pada ingatan akan semua impian itu...
Impian yang tidak seharusnya kusimpan sendiri, impian yang tidak seharusnya hanya kutitipkan pada pria yang menikahiku.  Impian yang seharusnya melebur menjadi milik KAMI...

Banteran, 14 Mei 2016

Wednesday, May 4, 2016

titen alias teliti...

titen alias teliti...

kejadian di al** mart hari ini membuat saya bersyukur, memilikimu kangmas Anggit...
pelajaran pelajaran berharga yang sering terabaikan.  "Teliti dulu..."

Jadi tadi pagi saya hunting diskonan di toko tersebut, saya belanja sambil berhitung... sampailah saat ke kasir.  Ketika sang kasir menyebutkan sebuah angka, dahi saya langsung berkerut.. karena selisihnya terlalu banyak dari hitungan kasar saya, tapi saya tetap mengulungkan uang saya dan menunggu kembalian beserta struknya untuk saya cek.  Ehhh, si masnya cuma kasih kembalian... tentu saja saya langsung menanyaka struk saya.  Kata masnya
"maaf bu ini sedang macet ", 
"okey saya tunggu mas"
"iya bu maaf sebentar ya bu"
"iya gpp"
utak utik, ga tau apa yang diutak utik..
"oiya bu ini diskon ya bu"
"iya mas, mna struk saya? sudah bisa kan?"
"iya bu, ini ternyata totalnya sekian bu..." (selisih lebih dari 10rb)
"iya saya tau, mangkannya saya minta struknya"
"iya bu, ini jadi kembaliannya sekian ya bu"

wessslah.... ini mah modus dari si kasir..

Saturday, April 30, 2016

celoteh anak

celoteh anak

X : si A ga boleh main keluar sama ibunya, lagi batuk pilek
Y : Dede Kia boleh main air kemarin waktu pilek
X : soalnya bundanya kia kan gak galak...
Saya : Naya, apa bunda gak galak??
Naya: Enggak..

Alhamdulillah, gak galak katanya...hihi

Tuesday, April 26, 2016

obat

Saya bukan orang yang anti dengan dokter...
tapi hanya meminimalisir paparan obat/racun pada tubuh anak2 kami.
meski kadang dianggap aneh, bahkan ada yang bilang "apa ga kasihan anaknya batuk pilek gitu gak diobati?"
maka saya bilang, saya mengobatinya..dengan memberinya lebih banyak nutrisi dan sentuhan kasih sayang serta kegembiraan.  karena saya percaya, kebahagiaan adalah obat ampuh bagi tubuh yang sakit...

Wednesday, April 20, 2016

Komunikasi lagi

beberapa curhatan kawan yang sebenarnya serupa...

Seorang ibu dalam kondisi lelah dan ingin secuil perhatian, mencoba trik dengan cara "pergi" dari suaminya.  Dan saya  sesalkan adalah tidak memikirkan kondisi anak anaknya...
Dan beliau hanya ingin sekedar di telpon "dimana? pulanglah, kasihan anak anak", begitu katanya...kata kata itu cukup adem dan akan membuatnya bergegas pulang.  Tapi yang ia dapat adalah.
"dimana? pulang nggak?"
"nggak"
"owh.." klik telpon di tutup...
Sakit, kecewa yang istri rasakan...
Dan suaminya tidak tau, sementara suaminya kebingungan karena bayinya menangis, telponlah kesana kemari...hingga semua orang tau..kalau sang istri tak pulang...
Dimana kesalahannya... ????

Seorang istri lain pun hampir setiap hari mengeluhkan perlakuan suaminya...
Aku sedang hamil, mbok ya bantuin momong anak.
Aku sedang di dokter karena kehamilanku lemah, eh di telpon mlah bilang "ngapain ke dokter?" alih alih nyusul ke dokter malah bertanya santai seperti itu.
dan banyak lagi keluhan serupa..
Apa yg salah????

sekedar pandanganku, bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam setiap hubungan... Komunikasi yang benar, terbuka tanpa tedeng aling aling, tanpa jaim, seperti sahabat...
Komunikasi yang terjalin kuat dan lama...akan menghasilkan saling memahami atau sekedar saling mengerti.  Jangan pernah berpikir untuk mengubah seseorang, karena bukan hal mudah mengubah watak kecuali atas kemauan sendiri.  Cukuplah menerima, dan memberi jalan agar watak/sifat yang tidak disukai bisa berubah atas inisiatif diri sendiri.
Menerima, penerimaan yang tulus..karena sejatinya hubungan dalam ikatan perkawinan adalah saling melengkapi.  Bukan menjadi sama...
Saling mendukung, bukan saling melemahkan...