aku memilih memeluknya
menyiapkan loker yang tepat
hingga saat aku bisa menyimpannya
bukan karena aku hebat
tapi karena aku biasa2 saja
tak kutentang yang sudah kudapat
meski darahnya masih menetes
itu hanya soal pikiran
saat kita menganggapnya tak sakit
maka sakitpun pergi
tak kuingkari,
rasa seringkali menutupi pikiran
tapi tak masalah
karena aku akan membaliknya kembali
karena aku memilih senyum
No comments:
Post a Comment