Liburan kali ini, terasa special...(rasa keju kata mba Sekar). Dikunjungi kakak2 nun jauh disana, membuat nay termotifasi untuk mandiri seperti mereka. Excited, yuppp...pake banget...
Hari hari nay di penuhi hitungan, berkali melihat kalender dan menghitungnya.
Tarrraaa....tibalah hari yang ditunggu kedatangan kakak Puan dari seberang pulang disusul mba kakak dari Syolo.
okey...mari kita mulai petualangannya....
Sunday, December 20, 2015
Saturday, December 19, 2015
Logika dan Rasa
Kebanyakan perempuan, memiliki perasaan yang kuat, bisa di bilang peka. Dan kebanyakan laki laki memiliki logika yang kuat. Nah ternyata keduanya ini berjodoh. Logika tanpa rasa itu "keras", dan rasa tanpa logika itu cenderung "lemah". Perpaduan antara keduanya membuat "seimbang"...
Jadi saling mengisi antara dua manusia berlawanan jenis yang disatukan dalam sebuah ikatan itu memang bukan isapan jempol. Kalau dua manusia berlawanan jenis yang memutuskan berkomitmen dan tidak memahami bagaimana menjalankan komitmen itu (komitmen yang hanya di mulut tanpa tujuan yang jelas, dan bagaimana menuju tujuan itu...) maka tidak sulit untuk berhenti, terhenti.
Saling mengisi bukan saling mengambil,
(kerinduan hadir karena ketiadaan, 191215)
Jadi saling mengisi antara dua manusia berlawanan jenis yang disatukan dalam sebuah ikatan itu memang bukan isapan jempol. Kalau dua manusia berlawanan jenis yang memutuskan berkomitmen dan tidak memahami bagaimana menjalankan komitmen itu (komitmen yang hanya di mulut tanpa tujuan yang jelas, dan bagaimana menuju tujuan itu...) maka tidak sulit untuk berhenti, terhenti.
Saling mengisi bukan saling mengambil,
(kerinduan hadir karena ketiadaan, 191215)
Wednesday, December 2, 2015
Tuesday, December 1, 2015
semacam terjebak pada sebuah pusaran yang tak kunjung henti...
berjuang sendiri tidaklah mudah, menunggu uluran tangan yang mau menarik dari pusaran yang terus bergerakpun tak kunjung datang...
"jadi bagaimana?" tanyamu...
"lepaskanlah, luapkan apa yang ada dalam pikiranmu. Sampaikan padanya.."
"kau tau dia nin, aku berharap dia menarikku, tapi jika kusampaikan semua rasa sakit ini, dia akan melemparku lebih jauh, akan jadi bumerang buatku"
"maka aku bilang lepaskanlah, kamu berhak bahagia..., apapun yang akan kau terima nanti, itu membebaskanmu, kau lebih kuat dari yang kau kira. hapus ketakutanmu, dan kau akan terbebas"
berjuang sendiri tidaklah mudah, menunggu uluran tangan yang mau menarik dari pusaran yang terus bergerakpun tak kunjung datang...
"jadi bagaimana?" tanyamu...
"lepaskanlah, luapkan apa yang ada dalam pikiranmu. Sampaikan padanya.."
"kau tau dia nin, aku berharap dia menarikku, tapi jika kusampaikan semua rasa sakit ini, dia akan melemparku lebih jauh, akan jadi bumerang buatku"
"maka aku bilang lepaskanlah, kamu berhak bahagia..., apapun yang akan kau terima nanti, itu membebaskanmu, kau lebih kuat dari yang kau kira. hapus ketakutanmu, dan kau akan terbebas"
saya bukan orang yang pandai membuat tulisan.
karena itu, seringkali pembaca tidak memahami apa yang saya tulis, "gagal paham".
tidak masalah buat saya, karena menulis buat saya adalah semacam memuaskan kebutuhan akan perbincangan. mengeluarkan apa yang ada di fikiran dan hati, atau kadangkala sekedar menyimpan apa yang ingin saya ingat.
karena itu, seringkali pembaca tidak memahami apa yang saya tulis, "gagal paham".
tidak masalah buat saya, karena menulis buat saya adalah semacam memuaskan kebutuhan akan perbincangan. mengeluarkan apa yang ada di fikiran dan hati, atau kadangkala sekedar menyimpan apa yang ingin saya ingat.
Monday, November 30, 2015
Empati
Empati (dari Bahasa Yunani
εμπάθεια yang berarti "ketertarikan fisik") didefinisikan sebagai
respons afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang
lain.[1] Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain (wikipedia)
Empati terdiri atas dua komponen, yaitu empati dasar dan ketepatan empatik. Empati dasar adalah "kemampuan merasakan apa yang dialami oleh pihak lain." Sedangkan "ketepatan empatik" adalah "merasakan pengalaman pihak lain dengan kadar perasaan dengan nuansa yang sama dengan yang dirasakan oleh pihak lain."
Empati tinggi atau rendah dipengaruhi oleh tiga komponen kecerdasan emosional lainnya, yaitu: kemampuan menerima perasaan orang lain, kemampuan mengenali perasaan pihak lain; kemampuan mengekspresikan perasaan sendiri, dan kemampuan mengenali perasaan sendiri. (Dono Baswardono)
Hasil dari empati adalah penghargaan, menghargai dan dihargai. Dan itu adalah kehormatan bagi pemberi maupun penerima. Pada akhirnya membawa kenyamanan dan kebahagiaan bagi si pemberi maupun si penerima.
Karena itu, penting mengajarkan sifat/sikap ini sedini mungkin pada anak, agar menjadi pribadi denangan kecerdasan emosional yang mumpuni.
menurut Opa Dono Baswardono, kita bisa mengajarkan secara berurut pada anak2 :
(1) mengenali perasaan sendiri,
(2) mengenali perasaan orang lain,
(3) mengekspresikan perasaan sendiri secara TEPAT (alasannya tepat) dan LAYAK (kadarnya pas), (4) menerima perasaan orang lain;
(5) berempati pada pengalaman orang lain, dan akhirnya
(6) merasakan secara pas nuansa perasaan orang lain ketika menghadapi pengalaman tertentu (dalam konteksnya).
301115
Empati terdiri atas dua komponen, yaitu empati dasar dan ketepatan empatik. Empati dasar adalah "kemampuan merasakan apa yang dialami oleh pihak lain." Sedangkan "ketepatan empatik" adalah "merasakan pengalaman pihak lain dengan kadar perasaan dengan nuansa yang sama dengan yang dirasakan oleh pihak lain."
Empati tinggi atau rendah dipengaruhi oleh tiga komponen kecerdasan emosional lainnya, yaitu: kemampuan menerima perasaan orang lain, kemampuan mengenali perasaan pihak lain; kemampuan mengekspresikan perasaan sendiri, dan kemampuan mengenali perasaan sendiri. (Dono Baswardono)
Hasil dari empati adalah penghargaan, menghargai dan dihargai. Dan itu adalah kehormatan bagi pemberi maupun penerima. Pada akhirnya membawa kenyamanan dan kebahagiaan bagi si pemberi maupun si penerima.
Karena itu, penting mengajarkan sifat/sikap ini sedini mungkin pada anak, agar menjadi pribadi denangan kecerdasan emosional yang mumpuni.
menurut Opa Dono Baswardono, kita bisa mengajarkan secara berurut pada anak2 :
(1) mengenali perasaan sendiri,
(2) mengenali perasaan orang lain,
(3) mengekspresikan perasaan sendiri secara TEPAT (alasannya tepat) dan LAYAK (kadarnya pas), (4) menerima perasaan orang lain;
(5) berempati pada pengalaman orang lain, dan akhirnya
(6) merasakan secara pas nuansa perasaan orang lain ketika menghadapi pengalaman tertentu (dalam konteksnya).
301115
Friday, November 27, 2015
ego
ego..
manusiawi jika kadang ego menguasai kita...
ego berarti aku dalam bahasa yunani... jadi egois adalah sifat/sikap ke akuan... semua tentang aku, tanpa melihat sekelilingnya. Tidak peduli apa yang dirasakan orang lain, menuntut semua orang menerima dan mengikuti apa maunya/aturannya.
Disinilah seorang yang memiliki sifat/sikap egois berlebih, harus belajar memahami EMPATI... apapun yang diinginkan kembalikan pada dirinya...
misalnya, "goblok, orang lagi kerja malah ninggalin anak sama gue"
cobalah kembalikan, sedang apa, dimana ada keperluan apa? untuk kepentingan siapa?
karena orang egois seringkali hanya berkutat dengan pikirannya sendiri yang sepintas lalu...
manusiawi jika kadang ego menguasai kita...
ego berarti aku dalam bahasa yunani... jadi egois adalah sifat/sikap ke akuan... semua tentang aku, tanpa melihat sekelilingnya. Tidak peduli apa yang dirasakan orang lain, menuntut semua orang menerima dan mengikuti apa maunya/aturannya.
Disinilah seorang yang memiliki sifat/sikap egois berlebih, harus belajar memahami EMPATI... apapun yang diinginkan kembalikan pada dirinya...
misalnya, "goblok, orang lagi kerja malah ninggalin anak sama gue"
cobalah kembalikan, sedang apa, dimana ada keperluan apa? untuk kepentingan siapa?
karena orang egois seringkali hanya berkutat dengan pikirannya sendiri yang sepintas lalu...
Thursday, November 26, 2015
Wednesday, November 25, 2015
Tuesday, November 24, 2015
rasa
meski ada yang bilang sakit hati itu temporer...
Tapi ternyata hampir semua jenis sakit hati itu sekedar tersimpan rapat dan tidak rapat di hati. Bisa dibuka atau membuka setiap saat...
Tidak ada manusia yang ingin mengingat perasaan yang satu itu, tetapi seringkali ia muncul begitu saja karena kita tidak cukup baik menyimpannya. Atau, tidak tau mengapa kita sendirilah yang bolak balik menengok perasaan itu.
Karena, manusia bukanlah mesin...perasaan itu halus..berada disetiap saraf dalam tubuh kita. Meski mati2 matian otak kita berusaha menyimpannya...apalah daya jika perasaan itu semacam aliran darah yang tak boleh henti mengalir dalam kehidupan kita.
(rasa itu anugerah..., arahkan ia sebaik mungkin)
Tapi ternyata hampir semua jenis sakit hati itu sekedar tersimpan rapat dan tidak rapat di hati. Bisa dibuka atau membuka setiap saat...
Tidak ada manusia yang ingin mengingat perasaan yang satu itu, tetapi seringkali ia muncul begitu saja karena kita tidak cukup baik menyimpannya. Atau, tidak tau mengapa kita sendirilah yang bolak balik menengok perasaan itu.
Karena, manusia bukanlah mesin...perasaan itu halus..berada disetiap saraf dalam tubuh kita. Meski mati2 matian otak kita berusaha menyimpannya...apalah daya jika perasaan itu semacam aliran darah yang tak boleh henti mengalir dalam kehidupan kita.
(rasa itu anugerah..., arahkan ia sebaik mungkin)
Saturday, November 21, 2015
Sajak Terima Kasih (Tere Liye)
*Sajak Terima Kasih
Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan
Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan
Terima kasih telah meninggalkanku
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan
Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain
Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia
Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu
Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan
Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama
*Tere Liye
setuju sama si abang Tere Liye...
disimpen buat pengingat ingat ;)
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan
Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain
Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia
Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu
Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan
Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama
*Tere Liye
setuju sama si abang Tere Liye...
disimpen buat pengingat ingat ;)
relationship
saya mengamini apa yang di tulis opa Dono Baswardono digroup FB, yg begini isinya :
Bahwa dalam hubungan pernikahan, pondasi utamanya adalah KEPERCAYAAN, dindingnya komitmen, atapnya kesejahteraan, pintunga hubungan sosial dan toiletnya adalah hubungan seks.
Dan CINTA, adalah hiasannya...yang memperindah dan menghangatkan suasana rumah..
Dan bangunan yang utuh itu, milik seluruh keluarga (inti), dalam hal ini orang tua dan juga anak anak. Kepercayaan diantara masing2 anggota keluarga, dan kepercayaan pada diri masing2 anggota keluarga.
namanya juga PONDASI, maka lihatlah apabila dia tidak cukup kuat...seluruh bangunanpun akan turut merasakannya.
Sebagai catatan penting, memperbaiki pondasi bukanlah hal mudah...karena ia menopang keseluruhan bangunan....
(211115)
Bahwa dalam hubungan pernikahan, pondasi utamanya adalah KEPERCAYAAN, dindingnya komitmen, atapnya kesejahteraan, pintunga hubungan sosial dan toiletnya adalah hubungan seks.
Dan CINTA, adalah hiasannya...yang memperindah dan menghangatkan suasana rumah..
Dan bangunan yang utuh itu, milik seluruh keluarga (inti), dalam hal ini orang tua dan juga anak anak. Kepercayaan diantara masing2 anggota keluarga, dan kepercayaan pada diri masing2 anggota keluarga.
namanya juga PONDASI, maka lihatlah apabila dia tidak cukup kuat...seluruh bangunanpun akan turut merasakannya.
Sebagai catatan penting, memperbaiki pondasi bukanlah hal mudah...karena ia menopang keseluruhan bangunan....
(211115)
Saturday, October 24, 2015
teman
Seharian ini nemu beberapa postingan maupun artikel bahkan dp BB yang membahas tentang pertemanan.
Dari Teman Tapi Mesra hingga perTEMANAN seumur hidup.
Nah...teman menjadi sesuatu yang penting bagi tiap individu. Karena manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan mahluk sosial lainnya untuk kelangsungan kehidupan sosialnya...tidak harus berteman memang. Tapi saya yakin 99,99% (bukan berdasarkan survey tentunya, hanya menurut saya saja..hehe) manusia membutuhkan teman, bahkan seandainya itu hanya teman tidur (ups..maaf).
Pertemanan yang sangat lekat kita sebut PERSAHABATAN... ia semacam seseorang yang bisa saling menerima dan mengerti, meski mungkin tak bisa memahami. Yang (katanya) selalu ada dikala suka maupun duka...
Dan PERSAHABATAN (menurutku) harus dimiliki oleh sepasang manusia yang memutuskan untuk mengikatkan diri dalam pernikahan. Karena dalam persahabatan, selain menerima, mengerti juga selalu ada kasih sayang dan kepercayaan. Sahabat selalu menjaga satu sama lain, selalu siap untuk memeluk atuapun mengkritik. Tempat curhat paling nyaman...
Nah...adakah persahabatan murni dengan lawan jenis (bukan dalam ikatan pernikahan). Saya kok merasa yakin, itu TIDAK ADA... Dan ngilu rasanya waktu ada yang bilang, "kami berikrar hanya akan berteman dan tidak lebih". Karena dalam persahabatan tidak perlu ikrar, dia hadir tanpa diminta apalagi diikrarkan. Ketika diikrarkan, maka tanyalah ke hatimu, apa yang ingin kau ingkari...
*Ketika pasangan hidup menjadi sahabat seumur hidup, itu adalah anugrah yang tidak setiap orang memilikinya...
;)
Dari Teman Tapi Mesra hingga perTEMANAN seumur hidup.
Nah...teman menjadi sesuatu yang penting bagi tiap individu. Karena manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan mahluk sosial lainnya untuk kelangsungan kehidupan sosialnya...tidak harus berteman memang. Tapi saya yakin 99,99% (bukan berdasarkan survey tentunya, hanya menurut saya saja..hehe) manusia membutuhkan teman, bahkan seandainya itu hanya teman tidur (ups..maaf).
Pertemanan yang sangat lekat kita sebut PERSAHABATAN... ia semacam seseorang yang bisa saling menerima dan mengerti, meski mungkin tak bisa memahami. Yang (katanya) selalu ada dikala suka maupun duka...
Dan PERSAHABATAN (menurutku) harus dimiliki oleh sepasang manusia yang memutuskan untuk mengikatkan diri dalam pernikahan. Karena dalam persahabatan, selain menerima, mengerti juga selalu ada kasih sayang dan kepercayaan. Sahabat selalu menjaga satu sama lain, selalu siap untuk memeluk atuapun mengkritik. Tempat curhat paling nyaman...
Nah...adakah persahabatan murni dengan lawan jenis (bukan dalam ikatan pernikahan). Saya kok merasa yakin, itu TIDAK ADA... Dan ngilu rasanya waktu ada yang bilang, "kami berikrar hanya akan berteman dan tidak lebih". Karena dalam persahabatan tidak perlu ikrar, dia hadir tanpa diminta apalagi diikrarkan. Ketika diikrarkan, maka tanyalah ke hatimu, apa yang ingin kau ingkari...
*Ketika pasangan hidup menjadi sahabat seumur hidup, itu adalah anugrah yang tidak setiap orang memilikinya...
;)
Sunday, June 21, 2015
antrian buku
antrian buku yang akan menambah koleksi di rak buku dan di otakku...
totto chan - tetsuko kuroyana
eliana - terre liye
pukat - terre liye
amelia - terre liye
filosofi kopi - dewi "dee" lestari
rumah tangga - fahd pahdepie
surga yang tak dirindukan - asma nadia
new catatan hati seorang istri - asma nadia
totto chan - tetsuko kuroyana
eliana - terre liye
pukat - terre liye
amelia - terre liye
filosofi kopi - dewi "dee" lestari
rumah tangga - fahd pahdepie
surga yang tak dirindukan - asma nadia
new catatan hati seorang istri - asma nadia
Wednesday, April 15, 2015
jalan
ini tentang pilihan jalan yang akan dilalui...
tujuannya sama, waktu tempuhpun hampir sama...
tapi ketika pilihan mu dan pilihanku berbeda,
itu hanyalah soal kenyamanan...
seberat apapun jalan yg kupilih,
atau sesempit apapun jalan yang kau pilih.
ketika kita merasa aman dan nyaman.
maka itulah pilihan terbaik..
tujuannya masih sama bukan?
(putaran roda untuk nay, 15415)
tujuannya sama, waktu tempuhpun hampir sama...
tapi ketika pilihan mu dan pilihanku berbeda,
itu hanyalah soal kenyamanan...
seberat apapun jalan yg kupilih,
atau sesempit apapun jalan yang kau pilih.
ketika kita merasa aman dan nyaman.
maka itulah pilihan terbaik..
tujuannya masih sama bukan?
(putaran roda untuk nay, 15415)
Thursday, January 29, 2015
alasan
ketika alasan mulai dipaksakan... (cari cari alasan), mengakibatkan munculnya sebuah pertanyaan wajar. KENAPA? ADA APA?
dan jawabannya akan sangat beragam...
ah sudahlah...mari kembali berjalan biarlah tanya itu tetap menjadi tanya, mungkin suatu saat akan ketemu jawabannya...kalau tidak, yakin ajalah...waktu akan menghilangkannya...
(suatu senja yang tak lagi syahdu)
dan jawabannya akan sangat beragam...
ah sudahlah...mari kembali berjalan biarlah tanya itu tetap menjadi tanya, mungkin suatu saat akan ketemu jawabannya...kalau tidak, yakin ajalah...waktu akan menghilangkannya...
(suatu senja yang tak lagi syahdu)
Saturday, January 24, 2015
komunikasi
tentang menjaga sebuah hubungan
satu hal terpenting dalam menjaga suatu hubungan,hubungan dalam bentuk apapun... adalah KOMUNIKASI...
bagaimana kalian memulai sebuah hubungan pertemanan yang menjadi begitu dekat dan kemudian setelah sekian lama kemudian kalian menyebutnya persahabatan???
yakinlah..itu terjadi karena komunikasi... komunikasi yg intens, terus menerus... bahkan meski seringkali itu hanya komunikasi searah... misal salah satu dari kalian sedang ngambek, kemudian yg lain sms minta maaf dg panjang lebar penjelasan.
atau hubungan suami istri..
hubungan ini bisa diawali dengan cinta (entah itu ketemu langsung merasa jatuh cinta ataupun krn prjalanan panjang komunikasi yang menumbuhkan cinta) atau hubungan karena di jodohkan...
Ketika hubungan suami istri berjalan.. apabila komunikasi yang baik berjalan pula, maka jalinan emosional akan terbentuk dengan sendirinya. Seperti persahabatan, hubungan suami-istripun akan selalu bertemu dengan aral... ketika komunikasi menjauh...maka aral ini menjadi alasan kuat untuk semakin menjauh atau bahkan berpisah... Tapi saya yakin, komunikasi yang selalu dijaga... akan membentuk jalinan yg terjaga pula. tidak dipungkiri, waktu akan mudah mengoyak jalinan yang ada apabila tidak dijaga dan dirawat...
Bahkan pertengkaran dalam sebuah hubungan, bisa jadi adalah komunikasi yang pada akhirnya memperkuat. Kenapa??? ketika pertengkaran itu kemudian memaksa kedua belah pihak untuk membicarakannya dengan intens...menemukan banyak hal yang tadinya tidak terlihat... memahami tentang apa yang dulu menyatukan... menyusuri kebersamaan... maka pertengkaran tersebut sangat mungkin akan mendekatkan.
so... hubungan apapun akan bertahan...salah satu kuncinya adalah KOMUNIKASI..
hubungan apapun, pernikahan, persahabatan, kerja, bertetangga, dll dsb
(catatan bunda, rainy night... )
satu hal terpenting dalam menjaga suatu hubungan,hubungan dalam bentuk apapun... adalah KOMUNIKASI...
bagaimana kalian memulai sebuah hubungan pertemanan yang menjadi begitu dekat dan kemudian setelah sekian lama kemudian kalian menyebutnya persahabatan???
yakinlah..itu terjadi karena komunikasi... komunikasi yg intens, terus menerus... bahkan meski seringkali itu hanya komunikasi searah... misal salah satu dari kalian sedang ngambek, kemudian yg lain sms minta maaf dg panjang lebar penjelasan.
atau hubungan suami istri..
hubungan ini bisa diawali dengan cinta (entah itu ketemu langsung merasa jatuh cinta ataupun krn prjalanan panjang komunikasi yang menumbuhkan cinta) atau hubungan karena di jodohkan...
Ketika hubungan suami istri berjalan.. apabila komunikasi yang baik berjalan pula, maka jalinan emosional akan terbentuk dengan sendirinya. Seperti persahabatan, hubungan suami-istripun akan selalu bertemu dengan aral... ketika komunikasi menjauh...maka aral ini menjadi alasan kuat untuk semakin menjauh atau bahkan berpisah... Tapi saya yakin, komunikasi yang selalu dijaga... akan membentuk jalinan yg terjaga pula. tidak dipungkiri, waktu akan mudah mengoyak jalinan yang ada apabila tidak dijaga dan dirawat...
Bahkan pertengkaran dalam sebuah hubungan, bisa jadi adalah komunikasi yang pada akhirnya memperkuat. Kenapa??? ketika pertengkaran itu kemudian memaksa kedua belah pihak untuk membicarakannya dengan intens...menemukan banyak hal yang tadinya tidak terlihat... memahami tentang apa yang dulu menyatukan... menyusuri kebersamaan... maka pertengkaran tersebut sangat mungkin akan mendekatkan.
so... hubungan apapun akan bertahan...salah satu kuncinya adalah KOMUNIKASI..
hubungan apapun, pernikahan, persahabatan, kerja, bertetangga, dll dsb
(catatan bunda, rainy night... )
Wednesday, January 14, 2015
kecewa
kecewa itu hampir selalu karena apa yang diinginkan tidak seperti kenyataan...
maka yang terbaik adalah belajar untuk legowo menerima kenyataan...
baik buruk, sesuai atupun tidak sesuai dengan keinginan...
ketika harapan/keinginan itu terlalu kuat dan berlebih..
saat kenyataan bertolak belakang...kecewa menjadi luka di hati...
sakit yang bisa saja sulit untuk dilupakan...
kadang perlu untuk mencari pembenaran dari kenyataan yang tidak sesuai keinginan...
atau orang bilang, hikmah di balik sebuah kejadian/cobaan atau apapun istilahnya...
just..
move on..
n..
be happy
karena kebahagiaan itu kita sendirilah yang menentukan..
maka yang terbaik adalah belajar untuk legowo menerima kenyataan...
baik buruk, sesuai atupun tidak sesuai dengan keinginan...
ketika harapan/keinginan itu terlalu kuat dan berlebih..
saat kenyataan bertolak belakang...kecewa menjadi luka di hati...
sakit yang bisa saja sulit untuk dilupakan...
kadang perlu untuk mencari pembenaran dari kenyataan yang tidak sesuai keinginan...
atau orang bilang, hikmah di balik sebuah kejadian/cobaan atau apapun istilahnya...
just..
move on..
n..
be happy
karena kebahagiaan itu kita sendirilah yang menentukan..
Sakit hati itu temporer. Tapi pemahaman, pelajaran yg diperoleh bisa abadi.
Rasa bahagia, senang, itu pun temporer. Tapi rasa syukur atas semua hal itu bisa abadi.
*Tere Liye
pelajaran termahal dalam kurun waktu umurku saat ini...
ketika semua perasaan sakit itu menyatu...
aku tersadar bahwa aku berharga dan cintaku bersahaja dan suci, tak perlu aku nodai dengan apapun.
aku takkan mengatasnamakan cinta untuk menariknya kembali...
biarkan ia tetap sebening embun pagi... atau seperti kapas putih?
terserahlah...
aku hanya ingin kedamaian, ingin kembali melangkah dengan tenang...
tanpa sesak di dada... atau tangis tertahan...
(bulan terakhir di tahun yg sama)
Rasa bahagia, senang, itu pun temporer. Tapi rasa syukur atas semua hal itu bisa abadi.
*Tere Liye
pelajaran termahal dalam kurun waktu umurku saat ini...
ketika semua perasaan sakit itu menyatu...
aku tersadar bahwa aku berharga dan cintaku bersahaja dan suci, tak perlu aku nodai dengan apapun.
aku takkan mengatasnamakan cinta untuk menariknya kembali...
biarkan ia tetap sebening embun pagi... atau seperti kapas putih?
terserahlah...
aku hanya ingin kedamaian, ingin kembali melangkah dengan tenang...
tanpa sesak di dada... atau tangis tertahan...
(bulan terakhir di tahun yg sama)
Subscribe to:
Comments (Atom)