Monday, November 30, 2015

Empati

Empati (dari Bahasa Yunani εμπάθεια yang berarti "ketertarikan fisik") didefinisikan sebagai respons afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang lain.[1] Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain (wikipedia)

Empati terdiri atas dua komponen, yaitu empati dasar dan ketepatan empatik. Empati dasar adalah "kemampuan merasakan apa yang dialami oleh pihak lain." Sedangkan "ketepatan empatik" adalah "merasakan pengalaman pihak lain dengan kadar perasaan dengan nuansa yang sama dengan yang dirasakan oleh pihak lain."
Empati tinggi atau rendah dipengaruhi oleh tiga komponen kecerdasan emosional lainnya, yaitu: kemampuan menerima perasaan orang lain, kemampuan mengenali perasaan pihak lain; kemampuan mengekspresikan perasaan sendiri, dan kemampuan mengenali perasaan sendiri. (Dono Baswardono)


Hasil dari empati adalah penghargaan, menghargai dan dihargai.  Dan itu adalah kehormatan bagi pemberi maupun penerima.  Pada akhirnya membawa kenyamanan dan kebahagiaan bagi si pemberi maupun si penerima.

Karena itu, penting mengajarkan sifat/sikap ini sedini mungkin pada anak, agar menjadi pribadi denangan kecerdasan emosional yang mumpuni.
menurut Opa Dono Baswardono, kita bisa mengajarkan  secara berurut pada anak2 :
(1) mengenali perasaan sendiri,
(2) mengenali perasaan orang lain,
(3) mengekspresikan perasaan sendiri secara TEPAT (alasannya tepat) dan LAYAK (kadarnya pas), (4) menerima perasaan orang lain;
(5) berempati pada pengalaman orang lain, dan akhirnya
(6) merasakan secara pas nuansa perasaan orang lain ketika menghadapi pengalaman tertentu (dalam konteksnya). 


301115
 

No comments:

Post a Comment