Empati (dari Bahasa Yunani
εμπάθεια yang berarti "ketertarikan fisik") didefinisikan sebagai
respons afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang
lain.[1] Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain (wikipedia)
Empati terdiri atas dua komponen, yaitu empati dasar
dan ketepatan empatik. Empati dasar adalah "kemampuan merasakan apa
yang dialami oleh pihak lain." Sedangkan "ketepatan empatik" adalah
"merasakan pengalaman pihak lain dengan kadar perasaan dengan nuansa
yang sama dengan yang dirasakan oleh pihak lain."
Empati
tinggi atau rendah dipengaruhi oleh tiga komponen kecerdasan emosional
lainnya, yaitu: kemampuan menerima perasaan orang lain, kemampuan
mengenali perasaan pihak lain; kemampuan mengekspresikan perasaan
sendiri, dan kemampuan mengenali perasaan sendiri. (Dono Baswardono)
Hasil dari empati adalah penghargaan, menghargai dan dihargai. Dan itu adalah kehormatan bagi pemberi maupun penerima. Pada akhirnya membawa kenyamanan dan kebahagiaan bagi si pemberi maupun si penerima.
Karena itu, penting mengajarkan sifat/sikap ini sedini mungkin pada anak, agar menjadi pribadi denangan kecerdasan emosional yang mumpuni.
menurut Opa Dono Baswardono, kita bisa mengajarkan secara berurut pada anak2 :
(1) mengenali perasaan sendiri,
(2) mengenali perasaan orang
lain,
(3) mengekspresikan perasaan sendiri secara TEPAT (alasannya
tepat) dan LAYAK (kadarnya pas), (4) menerima perasaan orang lain;
(5)
berempati pada pengalaman orang lain, dan akhirnya
(6) merasakan secara
pas nuansa perasaan orang lain ketika menghadapi pengalaman tertentu
(dalam konteksnya).
301115
Monday, November 30, 2015
Friday, November 27, 2015
ego
ego..
manusiawi jika kadang ego menguasai kita...
ego berarti aku dalam bahasa yunani... jadi egois adalah sifat/sikap ke akuan... semua tentang aku, tanpa melihat sekelilingnya. Tidak peduli apa yang dirasakan orang lain, menuntut semua orang menerima dan mengikuti apa maunya/aturannya.
Disinilah seorang yang memiliki sifat/sikap egois berlebih, harus belajar memahami EMPATI... apapun yang diinginkan kembalikan pada dirinya...
misalnya, "goblok, orang lagi kerja malah ninggalin anak sama gue"
cobalah kembalikan, sedang apa, dimana ada keperluan apa? untuk kepentingan siapa?
karena orang egois seringkali hanya berkutat dengan pikirannya sendiri yang sepintas lalu...
manusiawi jika kadang ego menguasai kita...
ego berarti aku dalam bahasa yunani... jadi egois adalah sifat/sikap ke akuan... semua tentang aku, tanpa melihat sekelilingnya. Tidak peduli apa yang dirasakan orang lain, menuntut semua orang menerima dan mengikuti apa maunya/aturannya.
Disinilah seorang yang memiliki sifat/sikap egois berlebih, harus belajar memahami EMPATI... apapun yang diinginkan kembalikan pada dirinya...
misalnya, "goblok, orang lagi kerja malah ninggalin anak sama gue"
cobalah kembalikan, sedang apa, dimana ada keperluan apa? untuk kepentingan siapa?
karena orang egois seringkali hanya berkutat dengan pikirannya sendiri yang sepintas lalu...
Thursday, November 26, 2015
Wednesday, November 25, 2015
Tuesday, November 24, 2015
rasa
meski ada yang bilang sakit hati itu temporer...
Tapi ternyata hampir semua jenis sakit hati itu sekedar tersimpan rapat dan tidak rapat di hati. Bisa dibuka atau membuka setiap saat...
Tidak ada manusia yang ingin mengingat perasaan yang satu itu, tetapi seringkali ia muncul begitu saja karena kita tidak cukup baik menyimpannya. Atau, tidak tau mengapa kita sendirilah yang bolak balik menengok perasaan itu.
Karena, manusia bukanlah mesin...perasaan itu halus..berada disetiap saraf dalam tubuh kita. Meski mati2 matian otak kita berusaha menyimpannya...apalah daya jika perasaan itu semacam aliran darah yang tak boleh henti mengalir dalam kehidupan kita.
(rasa itu anugerah..., arahkan ia sebaik mungkin)
Tapi ternyata hampir semua jenis sakit hati itu sekedar tersimpan rapat dan tidak rapat di hati. Bisa dibuka atau membuka setiap saat...
Tidak ada manusia yang ingin mengingat perasaan yang satu itu, tetapi seringkali ia muncul begitu saja karena kita tidak cukup baik menyimpannya. Atau, tidak tau mengapa kita sendirilah yang bolak balik menengok perasaan itu.
Karena, manusia bukanlah mesin...perasaan itu halus..berada disetiap saraf dalam tubuh kita. Meski mati2 matian otak kita berusaha menyimpannya...apalah daya jika perasaan itu semacam aliran darah yang tak boleh henti mengalir dalam kehidupan kita.
(rasa itu anugerah..., arahkan ia sebaik mungkin)
Saturday, November 21, 2015
Sajak Terima Kasih (Tere Liye)
*Sajak Terima Kasih
Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan
Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan
Terima kasih telah meninggalkanku
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan
Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain
Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia
Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu
Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan
Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama
*Tere Liye
setuju sama si abang Tere Liye...
disimpen buat pengingat ingat ;)
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan
Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain
Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia
Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu
Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan
Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama
*Tere Liye
setuju sama si abang Tere Liye...
disimpen buat pengingat ingat ;)
relationship
saya mengamini apa yang di tulis opa Dono Baswardono digroup FB, yg begini isinya :
Bahwa dalam hubungan pernikahan, pondasi utamanya adalah KEPERCAYAAN, dindingnya komitmen, atapnya kesejahteraan, pintunga hubungan sosial dan toiletnya adalah hubungan seks.
Dan CINTA, adalah hiasannya...yang memperindah dan menghangatkan suasana rumah..
Dan bangunan yang utuh itu, milik seluruh keluarga (inti), dalam hal ini orang tua dan juga anak anak. Kepercayaan diantara masing2 anggota keluarga, dan kepercayaan pada diri masing2 anggota keluarga.
namanya juga PONDASI, maka lihatlah apabila dia tidak cukup kuat...seluruh bangunanpun akan turut merasakannya.
Sebagai catatan penting, memperbaiki pondasi bukanlah hal mudah...karena ia menopang keseluruhan bangunan....
(211115)
Bahwa dalam hubungan pernikahan, pondasi utamanya adalah KEPERCAYAAN, dindingnya komitmen, atapnya kesejahteraan, pintunga hubungan sosial dan toiletnya adalah hubungan seks.
Dan CINTA, adalah hiasannya...yang memperindah dan menghangatkan suasana rumah..
Dan bangunan yang utuh itu, milik seluruh keluarga (inti), dalam hal ini orang tua dan juga anak anak. Kepercayaan diantara masing2 anggota keluarga, dan kepercayaan pada diri masing2 anggota keluarga.
namanya juga PONDASI, maka lihatlah apabila dia tidak cukup kuat...seluruh bangunanpun akan turut merasakannya.
Sebagai catatan penting, memperbaiki pondasi bukanlah hal mudah...karena ia menopang keseluruhan bangunan....
(211115)
Subscribe to:
Comments (Atom)